Hobi Meminjam Uang, Gadis Ini Langsung Menangis Saat Lihat Tangan Kakaknya, Ternyata Selama ini.

Suatu hari, Xiao Hao berkunjung ke rumah kakak perempuannya.
Dia berkata mau menjenguk sang kakak, tapi sang kakak dan kakak iparnya tahu persis maksud kedatangannya.
Mereka tahu persis anak ini datang hanya untuk meminjam uang buat biaya hidup, setiap kali selalu ada saja alasannya, dan selalu memelas.
Akan tetapi kali ini, sang kakak akan bersikap tegas, kalau tidak, cepat atau lambat adiknya ini akan semakin menjadi-jadi dan tidak akan berubah.
“Kak, aku hampir tidak punya uang untuk makan lagi, bisa tolong pinjam 400 ribu?” kata Xiao Hao yang selalu terbiasa berkata seperti itu.
Kakaknya seketika tersenyum dan berkata, “Xiao Hao, kali ini kakak akan memberimu 800 ribu, tapi kamu harus bantu kakak dulu.”
===
Melihat sang kakak yang tidak lagi berkhotbah seperti sebelumnya, dan juga menggunakan kata “memberi”, Xiao Hao pun seketika bersemangat, dan bertanya kepada kakak perempuannya apa yang perlu dikerjakannya?
Kakak Xiao Hao pun berkata sambil tersenyum lagi, “Takutnya kamu tidak bisa, dan mengira kakak sengaja mengerjaimu.”
“Katakan saja kak, apa sih yang mau aku kerjakan, aku lihat dulu nanti bisa atau tidak,” kata Xiao Hao tidak sabaran.
“Gak apa-apa juga sih, hanya saja di halaman belakang ada dua ikat kayu bakar, tapi kapak di rumah hilang entah kemana, sekarang hanya ada parang dan palu.”
”Kalau kamu bisa membelah dua ikat kayu bakar ini masing-masing menjadi 4 bagian menjelang makan malam, kakak akan beri kamu 800 ribu.”
”Tapi kamu tidak boleh menggunakan alat lain, tidak boleh minta bantuan orang lain atau menggunakan cara-cara licik,” kata sang kakak.
===
Xiao Hao pun pergi ke halaman belakang melihat kayu bakar yang jumlahnya kurang dari 200 batang, dan ia pun menghitung-hitung,.
Setiap dua kali tebas bisa menjadi 4 potong, atau 400 kali tebasan, sekarang masih ada tiga jam menjelang makan malam, hmmm… masih keburu.
Xiao Hao pun setuju membelah kayu bakar kakaknya.
Xiao Hao pun mulai beraksi membelah kayu bakar.
Kurang dari setengah jam kemudian, Xiao Hao sudah membelah lebih dari 50 batang kayu bakar.
Dengan bangga memandang kakaknya, maksudnya jelas bahwa 800 ribu yang dijanjikan kakaknya itu sudah pasti dalam genggamannya.
===
Akan tetapi, belahan berikutnya tidak berjalan dengan lancar, sementara kedua tangan Xiao Hao sudah melepuh dan berdarah, sampai separuh waktu kemudian, kedua tangan Xiao Hao sudah tidak kuat lagi memegang palu dengan stabil.
Sementara itu, sang kakak sengaja menunda waktu makan malamnya menjadi jam 8 malam.
Ia ingin adiknya bisa bertahan dan menyelesaikan pekerjaannya.
Namun, akhirnya Xioa Hao tak tahan lagi dan hendak pergi dengan wajah merah padam, tapi dipanggil kakaknya.
”Nih 800 ribu untukmu, ambillah,” Xiao Hao tercengang mendengarnya, karena ia belum menyelesaikan pekerjaannya, tapi tetap dikasih uang oleh kakaknya.
===
Ketika ia melihat tangan kakaknya, Xiao hao pun meneteskan air mata, itu adalah sepasang tangan penuh dengan kapalan, kakaknya hanya 3 tahun lebih tua darinya, tapi jauh lebih dewasa daripada dirinya.
 “Xiao Hao, kakak harap kamu bisa bertahan, jangan selalu setengah-setengah setiap mengerjakan sesuatu, kamu tidak akan bisa menghidupi dirimu kalau begini terus.”
”Kakak juga khawatir sama kamu, dan satu lagi, kenapa kakak melarangmu menggunakan kapak saat membelah kayu, hal itu sama seperti kamu sekarang kerja tanpa memeras otak, hanya mengerjakan sesuatu dengan tenaga, kamu masih muda, banyak yang bisa kamu pelajari….”
Sejak itu, Xiao Hao pun memutuskan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. 
Semoga kisah ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua.
Sumber : asianews.cc

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hobi Meminjam Uang, Gadis Ini Langsung Menangis Saat Lihat Tangan Kakaknya, Ternyata Selama ini."

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.