Bahagia Punya Bayi Sehat Dan Montok Saat Berusia Tga Bulan, Tak Disangka Dokter Sarankan Anaknya Diamputasi Agar Ia Tetap Hidup! Ternyata

Saat melahirkan adalah momen yang ditunggu para orang tua khususnya para ibu, seelah menunggu selama 9 bulan akhirnya sebentar lagi menggendong buah hati.
Seorang wanita bernama Selly melahirkan seorang anak laki-laki, seluruh keluarga pun larut dalam sukacita.
Bayi yang baru lahir ini sama seperti bayi-bayi pada umumnya, tidak ada yang beda, setiap hari kerjanya hanya makan dan tidur.
Setelah beranjak 3 bulan, bayi itu terlihat gemuk dan menggemaskan, lengannya yang gemuk dan berlipat-lipat terlihat sanga mirip dengan boneka Michelin.
Selly dan suaminya melihat bayi mereka seperti itu tampak lucu, jadi tidak merasa ganjil.
Tapi tak tahunya sebuah mimpi buruk sedang menanti mereka.
Saat cuaca menjadi panas, Selly yang selalu memandikan bayinya setiap hari, baru melihat adanya benjolan kecil di sekitar lipatan lengan dan paha buah hatinya, dan sudah memborok. Bayinya juga menangis merasakan sakit.
Selly mengira mungkin pengaruh cuaca panas, sehingga menyebabkan eksim pada kulit bayinya.
Selly dan suaminya kemudian membawa bayi mereka ke rumah sakit, dokter yang memeriksa gejala bayi itu dengan mimik serius mengatakan : Kondisi anak seperti ini merupakan gejala Amniotic Band Syndrome (ABS).
Jika kelahiran baru seminggu, gejalan terkait bisa disembuhkan dengan operasi. Tapi sekarang sudah lewat tiga bulan, dan jika ingin mempertahankan bayi Anda, maka harus diamputasi.
Selly pun syok begitu mendengar keterangan dokter, kenapa bayi yang tampak sehat itu harus diamputasi, Selly tidak bisa sepenuhnya menerima kenyataan itu.
Tapi faktanya memang demikian, dan harus mereka hadapi, sekeluarga Selly pun larut dalam kesedihan.
Yang paling menyedihkan adalah anak itu, karena harus hidup menanggung cacat dalam seumur hidupnya, tidak bisa dibayangkan berapa banyak penderitaan yang akan menantinya sepanjang hayat.
Amniotic Band Syndrome atau sering disebut Sindrom Pita Cekik Kongenital merupakan kelainan genetik yang memiliki variasi yang luas.
ABS memiliki beragam rupa seperti bibir sumbing, perubahan bentuk kaki dan tangan akibat timbulnya hemangioma.
Gangguan ini terjadi akibat cairan amnion atau yang sering disebut sebagai air ketuban kurang dari angka normal atau pecahnya ketuban dini.
Pada kasus ekstrim, janin penderita ABS dapat diamputasi di dalam rahim sehingga bayi lahir dalam keadaan tidak memiliki sebagian anggota badan.
Sindrom ini memang sangat langka terjadi, bisa dideteksi dengan USG. Kasus sindrom amniotik yang relatif ringan bisa sembuh dengan sendirinya pasca persalinan.
Sebaliknya kalau kondisinya lebih serius, maka harus dioperasi dalam kandungan.
Jika orang dewasa bisa secara seksama dan mengetahui gejala abnormal dini, maka si bayi tidak perlu diamputasi.
Dan jika selama kehamilan, Selly bisa dengan telaten memeriksa kehamilannya, mungkin akan menemukan masalah pada anggota badan buah hatinya.
Jadi dihimbau kepada calon ibu-ibu agar selalu memeriksakan kehamilannya, agar tidak terjadi hal seperti yang dialami ibu Selly ini
Jadi untuk para ibu yang memiliki bayi harap diperhatikan baik-baik
Sumber: erabaru.net

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahagia Punya Bayi Sehat Dan Montok Saat Berusia Tga Bulan, Tak Disangka Dokter Sarankan Anaknya Diamputasi Agar Ia Tetap Hidup! Ternyata"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.